Sebenarnyatanda ##### terkadang bukan merupakan sebuah error, tetapi sebagai tanda bahwa sel tersebut tidak bisa menampilkan isi sel, sehingga satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah menambah ukuran sel tersebut sampai isi sel muncul. SeorangMC cukup membuat peserta 'kaget' diakhir acara. Bukan karena kata-katanya yang menyihir, namun menggelitik. Meskipun pembawaannya lucu, masih Kebaikandan kejahatan terlihat jelas; L Sunting. Perjalanan 1000 li dimulai dengan satu langkah kaki. (1 li = +/- 1/2 kilometer) Kesuksesan pada saat akhir menghapus semua kesalahan sepanjang jalannya. Jika seorang wanita malu-malu seperti tikus, Anda masih dapat melihat harimau di dalamnya. 5Kesalahan Penggunaan Proyektor Mini. Proyektor mini adalah salah satu produk elektronik yang cukup unik namun sangat bermanfaat. Terutama untuk menikmati konten multimedia ataupun presentasi. Kita bisa memproyeksikan televisi, perangkat komputer/laptop, tablet, smartphone, dan lain-lain. Selama ini kita mengenal proyektor sebagai alat . Oleh Deri Adlis* Kebaikan Menghapus kesalahan Selama hidup di dunia ini manusia tidak akan pernah terlepas dari segala kesalahan dan kekhilafan. Ini merupakan sebuah ketetapan Allah telah ditakdirkan pada diri manusia. Hal Ini adalah merupakan sebuah tanda bahwa manusia itu bukanlah makhluk yang paling sempurna. Namun begitu Allah telah memberikan jalan kepada manusia agar dia dapat menghapus segala kesalahan yang telah dia perbuat. Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wassalam dalam hadistnya bersabda اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ “Takwalah kamu kepada Allah di mana saja kamu berada, dan ikutilah kejelekan itu dengan kebaikan yang menghapusnya, dan berakhlaklah kepada manusia dengan akhlak yang baik.” HR At-Tirmidzi Khutbah Jum’at Muhasabah Di Awal Tahun Amalan pertama adalah bertakwalah kepada Allah dimana kamu berada. Taqwa merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Ini merupakan asas diterimanya segala amal Qayyim berkata takwa, hakikatnya adalah melaksanakan amalan dengan penuh ketaatan kepada Allah karena iman, dan mengharapkan pahala dari Allah SWT. Dia itu lahir sebagai bentuk ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT dengan penuh rasa keimanan kepada–Nya. Kemudian pupuk dengan rasa murraqabatullah merasa diawasi Allah SWT, takut terhada murka azab Allah SWT serta selalu berharap limpahan karunia dan ampunan Allah SWT. Dalam kitab Jamiul Ulum wal Hikam dikatakan Taqwa adalah engkau beramal, mengerjakan ketaatan kepada Allah SWT diatas cahaya petunjuk ilmu dari Allah SWT, dengan mengharap pahala Allah, serta meninggalkan maksiat dari takut kepada Allah dan Azabnya. Melatih diri untuk selalu berada didalam ketaqwaan merupakan kewajiban yang mesti dilakukan seorang muslim. Orang yang bertaqwa senatiasa selalu mencerminkan perilaku mulia, mengikuti al-qur’an dan ajaran Rasulullah, serta berusaha menghindari hal-hal yang menjadikan Allah SWT murka. Allah janjikan kebahagian dan kemudahan bagi orang yang bertaqwa. Selain dari itu Allah juga berjanji akan menghapus kesalahan dan dosanya yang telah berlalu. “Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya.” QS ath-Thalaq 5. Amalan yang kedua adalah iringilah keburukan dengan kebaikan. Kalimat ini menunjukan makna segera, yaitu segera menutupi perbuatan buruk tersebut dengan taubat dan amal shaleh. Jangan menunda-nundanya. Dosa bila dibiarkan mengendam lama didalam diri akan berdampak yang tidak baik dan akan membahayakan diri. Dosa bila dilakukan secara terus menerus apalagi diiringi dengan dosa –dosa yang lain tanpa adanya upaya taubat, maka akan mendatangkan titik noda hitam yang akan mengelapkan hati. Akibatnya hati akan tertutup dari cahaya Allah sehingga sulit untuk menerima kebenaran dan hidayahnya. Inilah yang selalu diingatkan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam at Tirmidzi Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali berbuat maksiat, maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan “ar raan” yang Allah sebutkan dalam firman-Nya yang artinya, Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka’.” Oleh karena itu, takala kita sadar telah melakukan kesalahan dan dosa maka segerahlah untuk beristigfar dan memohon ampunan Allah. Allah berjanji akan menghapus kesalahan dan memberikan ampunan serta syurganya kepada mereka yang selalu memohon ampunannya. ” dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” Imran133. Amalan yang ketiga adalah pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik. Agama Islam telah mengajarkan umatnya tentang betapa pentingnya menjalin pergaulan terhadap sesama dengan akhlak yang baik. menjalin pergaulan terhadap sesama manusia sering dikenal dengan istilah sillaturrahmi. Allah telah memerintah kepada manusia untuk selalu menjalin sillaturrahmi. “dan peliharalah hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu” Qs. An-Nisa 1. Saking pentingnya menjalin hubungan silaturahmi, maka Rasullullah SAW memberikan permisalan orang bahwa seorang mukmin dengan mukmin yang lain itu seperti banguna yang menguatkan satu sama lain. HR. Bukhari dan Muslim. Agar silaturahmi bisa mengapus kesalahan, maka jalinlah sikap ini dengan rasa saling, mencintai dan menyayangi. Sebaliknya yang harus dihindari adalah sikap saling menghina sesama muslim, berprasangka buruk, mencari kesalahan dan mengunjing. *Deri Adlis, Mubhalig di Kabupaten Kepulauan Anambas dan Sekretaris Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kepulauan Anambas media cerita Pagi ini, tiba-tiba ada lewat WAG saya. Awalnya saya biarkan lewat saja, saking banyaknya group dan WA yang masuk. Tetapi setelah melihat ada angka sudah kadung terlanjur di scroll down, memaksa saya untuk scroll up. Seolah ada magnet yang menariknya. Sekelebat kemudian membacanya. Dan ternyata benar, sebuah Quote berupa kata-kata hikmah yang sarat dengan makna. Saya tidak tahu sumber tulisannya dari mana. Tetapi terkesan mak-jleb, menghujam ke ulu hati. Menampar muka. Mencabik-cabik jiwa dan mengiris-iris perasaan. Seoalah itu nasihat hanya buat diri ini sendiri. Bukan untuk orang lain. Namun sesaat kemudian berpikir. Bukankah ini memang sudah jadi habit sebagian dari kita. Dan kemudian, kita pun seringkali merasakan hal yang sama, dan mengalami keseharian seperti ini. Jadi nasihat ini buat kita semua Qutotenya seperti ini,“Manusia akan melupakan 1000 kebaikan yang pernah kita lakukan hanya karena satu kesalahan. Tapi Allah Ta’ala akan mengampuni 1000 kesalahan dengan satu kebaikan yang kita lakukan.”. Memang dalam keseharian kita acapkali melihat dan merasakan hal seperti ini. Gampang sekali sesama kita mengadili seseorang, karena kesalahanannya, yang mungkin hanya sekali. Kita tidak mau tahu, apakah itu disengaja atau tidak. Tetapi seolah menutup semua kebaikan yang pernah dilakukan. Yang ada bukan menasehati atau memakluminya. Akan tetapi malah dibully habis-habisan tanpa ampun. Bahkan tidak jarang dibumbui dan ditambah dengan berbagai hal. Mengumbar aib, kemudian ditambahi ghibah bahkan fitnah. Seolah dia berhak untuk mengadili sekaligus menghukumi seseorang itu, tanpa proses pengadilan, tanpa pembuktian, tanpa penjelasan dan pembelaan, dst. Padahal Allah ta’ala berjanji akan menghapus kesalahan dan dosanya setiap hambanya selain syirik, sebagaimana dalam QS. An-Nisa’ Ayat 48,”Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa karena mempersekutukan-Nya syirik, dan Dia mengampuni apa dosa yang selain syirik itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar”. Demikian juga dengan dosa-dosa lainnya, dengan cara bertakwa kepada-Nya. “Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya.” QS ath-Thalaq 5. Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi dalam tafsirnya An-Nafahat Al-Makkiyah tentang ayat ini menjelaskan,”dan bagi siapa yang ingin menjadikan pelindung dari adzab-Nya, dengan mentaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya; Maka Allah menghapuskan dosa-dosanya, dan mengampuninya, dan menyembunyikan aiba-aibnya dan memberikan ganjaran yang besar, dan dia akan masuk ke dalam surga yang penuh kenikmatan”. Sementara itu, dalam kitab Hadist Arbain karangan Imam An-Nawawi, dalam sebuah hadist Nabi dari Abu Dzar Jundud bin Junadah dan Abu Abdurrahman, Mu’az bin Jabal ra, dari Rasulullah SAW bersabda bertakwalah kepada Allah dimana kamu berada, iringilah keburukan dengan kebaikan niscaya menghapusnya dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik. Turmuzi, dia mengatakan hadistnya hasan, dan ada sebagian ulama mengatakan ini adalah hadis shahih. Konsekwensya adalah, jika Allah ta’ala saja menjamin untuk mengampuni dosa setiap hambanya asalkan dia tidak menyekutukan-Nya. Lalu apa hak kita untuk tidak memaafkan kesalahan-kesalahan saudara kita. Demikian juga Allah ta’ala dan Rasulullah SAW juga menjamin ampunan dosa bagi siapapun juga, asalkan kita bertakwa kepada Allah. Dan Rasululluh SAW menambahkan dengan syarat mengiringi keburukan kesalahan yang dilakukan dengan kebaikan. Artinya ada taubat dan amal shalih. Selanjutnya senantiasa bergaul sesama sesama manusia dengan akhlak yang baik. Dengan demikian maka, bukan satu kesalahan menutup seribu kebaikan, akan tetapi setiap kebaikan yang kita lakukan akan menghapus kesalahan yang dilakukan, asalkan mengikuti perintah Allah ta’ala dan sunnah Rasulullah SAW. Wallahu a’lam Published by Asih Subagyo Life is beautiful View all posts by Asih Subagyo Post navigation Semoga cerita kecil ini bisa mengubah pandangan hidup kita ke arah yang lebih baik lagi . Amiin . ... Suatu ketika pergilah seorang laki laki ke dalam tempat ibadah Mesjid untuk menunaikan kewajiban nya sebagai umat muslim. Sebelum menunaikan ibadah nya , ia lupa untuk mematikan Handphone miliknya. Dan secara tiba-tiba Hp nya pun berbunyi ketika doa berlangsung. Spontan , seorang Takmir menegurnya dari depan. Bahkan sebagian orang di sekitarnya ikut memarahinya ketika doa sudah selesai, karena mengganggu ketenangan dan kekhusyukan dalam menjalankan ibadah. Di dalam perjalanan pulang, sang istri pun turut memarahinya habis- habisan, karena keteledoran nya. Orang-orang di sekitarnya pun turut memandang dengan wajah sinis dan cibiran-cibiran serta menertawakan atas kelakuannya. Sejak saat itu , iapun memutuskan untuk tidak lagi pergi ke Mesjid tersebut. DAN ... Malamnya ia pun pergi ke sebuah BAR. Untuk menenangkan pikirannya. Tapi apa yang terjadi ? Ia masih merasa gugup , marah , kecewa, malu sehingga saat itu jiwanya amat terguncang. Dan secara tidak sengaja, ia pun menumpahkan minumannya di atas meja. Tetapi, dengan sigap Pelayan Bar meminta maaf. Kemudian mengambilkan lap bersih untuk membersihkan pakaian nya . Petugas kebersihan langsung membersihkan lantai. Dan kemudian sang Manager Bar memberikan minuman pengganti kepadanya. Ia juga memberikan pelukan hangat serta membisikkan sesuatu ke telinganya. " Santai Kawanku. Siapa sih yang tidak pernah berbuat salah ? " Sejak saat itu, ia tidak pernah berhenti untuk datang ke Bar tersebut. PELAJARAN !! " 1000 KEBAIKAN AKAN SIRNA HANYA DENGAN 1 KESALAHAN " " Terkadang sikap kita yang merasa sebagai orang beriman, malah mengantarkan jiwa jiwa yang labil untuk menjerumuskan ke neraka ". " Kita terlalu mengeklusifkan diri seolah-olah kita adalah orang yang suci " BAGAIMANA KITA BISA BERCERITA TENTANG MENENANGKAN JIWA KALAU KITA HANYA FOKUS TERHADAP KESALAHAN- KESALAHAN ORANG LAIN. Ayo sama-sama kita lebih membuka mata hati. Ini bukan tentang siapa yang benar atau siapa yang salah. Tetapi respon kitalah yang menentukan. - Jangan Lelah Menjadi Orang Baik - Semoga ada manfaatnya untuk saya atau pun agan-agan sekalian. 16-12-2020 1445 Oleh Deri Adlis* Selama hidup di dunia ini manusia tidak akan pernah terlepas dari segala kesalahan dan kekhilafan. Ini merupakan sebuah ketetapan Allah telah ditakdirkan pada diri manusia. Hal Ini adalah merupakan sebuah tanda bahwa manusia itu bukanlah makhluk yang paling sempurna. Namun begitu Allah telah memberikan jalan kepada manusia agar dia dapat menghapus segala kesalahan yang telah dia perbuat. Dalam kitab Hadist Arbain karangan Imam An-Nawawi, dalam sebuah hadist Nabi dari Abu Zar Jundud bin Junadah dan Abu Abdurrahman, Mu’az bin Jabal ra, dari Rasulullah SAW bersabda bertakwalah kepada Allah dimana kamu berada, iringilah keburukan dengan kebaikan niscaya menghapusnya dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik. Turmuzi, dia mengatakan hadistnya hasan, dan ada sebagian ulama mengatakan ini adalah hadis shahih. Amalan pertama adalah bertakwalah kepada Allah dimana kamu berada. Taqwa merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Ini merupakan asas diterimanya segala amal Qayyim berkata takwa, hakikatnya adalah melaksanakan amalan dengan penuh ketaatan kepada Allah karena iman, dan mengharapkan pahala dari Allah SWT. Dia itu lahir sebagai bentuk ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT dengan penuh rasa keimanan kepada–Nya. Kemudian pupuk dengan rasa murraqabatullah merasa diawasi Allah SWT, takut terhada murka azab Allah SWT serta selalu berharap limpahan karunia dan ampunan Allah SWT. Dalam kitab Jamiul Ulum wal Hikam dikatakan Taqwa adalah engkau beramal, mengerjakan ketaatan kepada Allah SWT diatas cahaya petunjuk ilmu dari Allah SWT, dengan mengharap pahala Allah, serta meninggalkan maksiat dari takut kepada Allah dan Azabnya. Melatih diri untuk selalu berada didalam ketaqwaan merupakan kewajiban yang mesti dilakukan seorang muslim. Orang yang bertaqwa senatiasa selalu mencerminkan perilaku mulia, mengikuti al-qur’an dan ajaran Rasulullah, serta berusaha menghindari hal-hal yang menjadikan Allah SWT murka. Allah janjikan kebahagian dan kemudahan bagi orang yang bertaqwa. Selain dari itu Allah juga berjanji akan menghapus kesalahan dan dosanya yang telah berlalu. “Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya.” QS ath-Thalaq 5. Amalan yang kedua adalah iringilah keburukan dengan kebaikan. Kalimat ini menunjukan makna segera, yaitu segera menutupi perbuatan buruk tersebut dengan taubat dan amal shaleh. Jangan menunda-nundanya. Dosa bila dibiarkan mengendam lama didalam diri akan berdampak yang tidak baik dan akan membahayakan diri. Dosa bila dilakukan secara terus menerus apalagi diiringi dengan dosa –dosa yang lain tanpa adanya upaya taubat, maka akan mendatangkan titik noda hitam yang akan mengelapkan hati. Akibatnya hati akan tertutup dari cahaya Allah sehingga sulit untuk menerima kebenaran dan hidayahnya. Inilah yang selalu diingatkan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam at Tirmidzi Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali berbuat maksiat, maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan “ar raan” yang Allah sebutkan dalam firman-Nya yang artinya, Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka’.” Oleh karena itu, takala kita sadar telah melakukan kesalahan dan dosa maka segerahlah untuk beristigfar dan memohon ampunan Allah. Allah berjanji akan menghapus kesalahan dan memberikan ampunan serta syurganya kepada mereka yang selalu memohon ampunannya.” dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” Imran133. Amalan yang ketiga adalah pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik. Agama Islam telah mengajarkan umatnya tentang betapa pentingnya menjalin pergaulan terhadap sesama dengan akhlak yang baik. menjalin pergaulan terhadap sesama manusia sering dikenal dengan istilah sillaturrahmi. Allah telah memerintah kepada manusia untuk selalu menjalin sillaturrahmi. “dan peliharalah hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu” Qs. An-Nisa 1. Saking pentingnya menjalin hubungan silaturahmi, maka Rasullullah SAW memberikan permisalan orang bahwa seorang mukmin dengan mukmin yang lain itu seperti banguna yang menguatkan satu sama lain. HR. Bukhari dan Muslim. Agar silaturahmi bisa mengapus kesalahan, maka jalinlah sikap ini dengan rasa saling, mencintai dan menyayangi. Sebaliknya yang harus dihindari adalah sikap saling menghina sesama muslim, berprasangka buruk, mencari kesalahan dan mengunjing. *Deri Adlis, Mubhalig di Kabupaten Kepulauan Anambas dan Sekretaris Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kepulauan Anambas sumber Suara MuhammadiyahBACA JUGA Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Klik di Sini

satu kesalahan menghapus 1000 kebaikan